Sholawat Tibbil Qulub
Sholawat Tibbil Qulub (Arab: صلاة طب القلوب; “Doa Penawar Hati”) adalah salah satu sholawat yang terkenal untuk memohon kesembuhan, baik secara ruhani maupun jasmani. Sholawat ini disusun oleh ulama besar Mesir, Syekh Ahmad al-Dardir (w. 1204 H/1786 M). Kaum Muslimin telah lama mengamalkan sholawat ini sebagai wasilah untuk memohon kesembuhan dari berbagai penyakit ruhani dan jasmani, dengan izin Allah Ta’ala.
Tampilkan lebih sedikitBahasa Arab, Latin dan Terjemahan
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا ❁ وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا ❁ وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا ❁ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ❁
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, thibbil-qulûbi wa dawâ’ihâ, wa ‘âfiyatil-abdâni wa syifâ’ihâ, wa nûril-abshâri wa dliyâ’iha, wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallim.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, penawar hati beserta obatnya, kesehatan bagi tubuh beserta kesembuhannya, cahaya bagi penglihatan beserta sinarnya, serta limpahkanlah sholawat dan salam kepada keluarga dan para sahabat beliau.
| MP3 | Unduh |
Versi 2
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا ❁ وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا ❁ وَقُوتِ الْأَرْوَاحِ وَغَذَائِهَا ❁ وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا ❁ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ❁
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, thibbil-qulûbi wa dawâ’ihâ, wa ‘âfiyatil-abdâni wa syifâ’ihâ, wa qûtil-arwâḫi wa ghidzâ’ihâ, wa nûril-abshâri wa dliyâ’iha, wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallim.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, penawar hati beserta obatnya, kesehatan bagi tubuh beserta kesembuhannya, kekuatan bagi ruh beserta makanannya, cahaya bagi penglihatan beserta sinarnya, serta limpahkanlah sholawat dan salam kepada keluarga dan para sahabat beliau.
| MP3 | Unduh |
Versi 3
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا ❁ وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا ❁ وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا ❁ وَرُوحِ الْأَرْوَاحِ وَسِرِّ بَقَائِهَا ❁
Allâhumma shalli wa sallim wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, thibbil-qulûbi wa dawâ’ihâ, wa ‘âfiyatil-abdâni wa syifâ’ihâ, wa nûril-abshâri wa dliyâ’iha, wa rûḫil-arwâḫi wa sirri baqâ’ihâ.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, penawar hati beserta obatnya, kesehatan bagi tubuh beserta kesembuhannya, cahaya bagi penglihatan beserta sinarnya, ruh bagi segala ruh serta rahasia kelanggengannya.
| MP3 | Unduh |
Manfaat Sholawat Tibbil Qulub
Sholawat ini dianjurkan dibaca sebanyak 2.000 kali untuk berbagai penyakit. Disebutkan pula bahwa sholawat ini juga dapat dibaca sebanyak 400 kali. Dengan izin Allah Ta’ala, kesembuhan akan diperoleh.
Sholawat Tibbil Qulub juga dikenal sebagai amalan untuk memohon kesembuhan dari berbagai gangguan dan penyakit mata. Oleh sebab itu, sholawat ini juga dikenal dengan nama Sholawat Nur al-Absar (Arab: صلاة نور الأبصار; Sholawat Cahaya Penglihatan). Habib Ahmad bin Hasan al-Attas (w. 1334 H/1916 M), seorang ulama saleh dari Haridah, Yaman, menuliskan kisah berikut dalam salah satu karya beliau:
Seorang lelaki yang mengalami gangguan penglihatan mengadu kepada guruku, semoga Allah meridhainya. Beliau mengusap kedua matanya dan memerintahkannya agar memperbanyak membaca Sholawat Nur al-Absar [Sholawat Tibbil Qulub]. Habib Muhammad bin Zayn Ba Aboud mengabarkan kepadaku bahwa lelaki tersebut berkata, “Aku mengadukan penyakit mataku kepada Habib Saleh bin Abdullah al-Attas. Beliau mengusap kedua mataku lalu berkata, ‘Bacalah sholawat kepada Nabi ﷺ sebanyak 300 kali setiap hari dengan lafaz berikut: Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, thibbil-qulûbi wa dawâ’iha, wa ‘âfiyatil-abdâni wa syifâ’iha, wa qûtil-arwâḫi wa ghidzâ’iha, wa nûril-abshâri wa dliyâ’iha, wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallim.’ Setelah itu ia berkata, ‘Penglihatanku kembali seperti sediakala.'”
Syekh Moulay Ahmad bin al-Ma’mun al-Balghithi (w. 1348 H/1929 M), semoga Allah merahmatinya, seorang ulama besar bermadzhab Maliki dari Fes, Maroko, berkata:
Guru kami, Sidi Abu al-Abbas Ahmad bin al-Arabi bin Umar al-Meknasi, memberikan ijazah kepadaku untuk mengamalkan sholawat ini. Beliau berkata, “Sholawat ini dibaca sebanyak 315 kali untuk mencegah penyakit jantung.” Ketika menerima ijazah tersebut, aku bertanya, “Apakah yang dimaksud penyakit jantung secara fisik atau penyakit hati secara ruhani?” Beliau menjawab, “Keduanya.” Guru kami, Abu Abdullah Junoun, semoga Allah merahmatinya, juga menyebutkan dalam Ta’liqah ‘ala al-Muwatta’ bahwa membaca sholawat ini merupakan sebab perlindungan dari wabah tha’un.
Yang Mulia Dr. Syekh Wahbah al-Zuhaili (w. 1436 H/2015 M), semoga Allah merahmatinya, pernah ditanya, “Apakah membaca sholawat kepada Nabi ﷺ dapat menjadi sebab kesembuhan, insya Allah?” Beliau menjawab:
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, thibbil-qulûbi wa dawâ’iha, wa ‘âfiyatil-abdâni wa syifâ’iha, wa nûril-abshâri wa dliyâ’iha, wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallim. Syekh Hasyim al-Khatib mengajarkan kepada kami agar meletakkan tangan di pelipis kanan, kemudian membaca sholawat ini 10 kali dengan hati yang khusyuk. Dengan izin Allah Ta’ala, kesembuhan akan diperoleh. Amalan ini telah terbukti dan telah banyak dicoba. Saya sendiri mengamalkannya dan tidak memerlukan obat.
Sebagian ulama menyebutkan:
Sholawat ini dibaca 100 kali setiap pagi setelah shalat Subuh, 100 kali setiap sore setelah shalat Ashar, dan 100 kali sebelum shalat Maghrib. Sholawat ini memiliki manfaat yang luar biasa untuk pengobatan penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya. Barang siapa membacanya 7 kali di atas air, kemudian meminumnya, akan menyaksikan manfaat yang menakjubkan. Amalan ini telah terbukti sebagai wasilah untuk memohon kesembuhan dari berbagai penyakit, dengan izin Allah Ta’ala.
Berikut adalah salah satu kisah menakjubkan tentang keberkahan sholawat ini. Pada tahun 1966 M, Syekh Sulayman Abdu Rabbihi al-Qalyubi, semoga Allah merahmatinya, berkata:
Atas kehendak Allah, aku diuji dengan penyakit saraf yang sangat parah. Aku pergi menemui para dokter, lalu mereka berkata kepadaku, “Peluangmu untuk bertahan hidup hanya satu persen!” Setelah itu aku pulang, berwudhu, lalu memasuki tempat khalwatku. Aku terus-menerus membaca sholawat kepada Nabi ﷺ dengan lafaz: “Allâhumma shalli wa sallim wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, thibbil-qulûbi wa dawâ’iha, wa ‘âfiyatil-abdâni wa syifâ’iha, wa nûril-abshâri wa dliyâ’iha.” Menjelang waktu Subuh, aku merasakan kesejukan tangan Rasulullah ﷺ yang mulia menyentuh kepalaku. Beliau ﷺ bersabda, “Wahai anakku, ucapkanlah: wa rūḥi l-arwāḥi wa sirri baqā’iha.” Setelah itu aku kembali menemui para dokter, dan mereka sangat terkejut melihat kesembuhanku. Di antara mereka ada seorang dokter non-Muslim. Ketika aku menceritakan kepadanya apa yang telah terjadi, ia berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad ﷺ adalah utusan Allah.”
Keutamaan yang Diriwayatkan
Berdasarkan literatur sholawat, pembacaan Salat al-Tibbiyya secara istiqamah dikaitkan dengan berbagai manfaat berikut:
- Memperoleh kesembuhan dari penyakit ruhani dan jasmani dengan izin Allah.
- Mendapatkan kelegaan dari gangguan mata dan pulihnya penglihatan dengan izin Allah.
- Kesembuhan dari penyakit hati, baik yang bersifat jasmani maupun ruhani.
- Perlindungan dari wabah tha’un.
- Memohon kesembuhan dengan membacakan sholawat ini pada air sebelum meminumnya.
- Memperoleh keberkahan, kesembuhan, dan kelegaan dari berbagai macam penyakit.
- Memperkuat tawakal kepada Allah dengan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Bacaan yang Dianjurkan
Para ulama dan pembimbing ruhani telah menganjurkan bacaan berikut untuk tujuan-tujuan tertentu:
- Untuk penyakit secara umum: Baca 2.000 kali. Sebagian ulama juga menganjurkan membacanya 400 kali.
- Untuk gangguan mata: Baca 300 kali setiap hari.
- Untuk penyakit hati: Baca 315 kali.
- Untuk memohon kesembuhan: Letakkan tangan pada pelipis kanan dan baca sholawat ini 10 kali dengan khusyuk dan kehadiran hati.
- Untuk memohon kesembuhan dan kesehatan secara rutin: Baca 100 kali setelah salat Subuh, 100 kali setelah salat Asar, dan 100 kali lagi sebelum salat Magrib.
- Untuk memohon kesembuhan melalui air: Baca sholawat ini 7 kali pada air sebelum meminumnya.
Baris demi Baris
Sholawat Tibbil Qulub baris demi baris untuk tujuan menghafal.