Jauharatul Kamal
Jauharatul Kamal (Arab: جوهرة الكمال; “Permata Kesempurnaan”) adalah salah satu sholawat kepada Nabi ﷺ yang paling masyhur dalam tradisi Tarekat Tijaniyah. Sholawat ini diterima secara langsung oleh Syekh Ahmad al-Tijani, pendiri Tarekat Tijaniyah, dari Nabi Muhammad ﷺ dalam keadaan terjaga (yaqazah). Hingga kini, para pengamal Tarekat Tijaniyah di seluruh dunia membacanya sebanyak dua belas kali setiap hari sebagai bagian dari wird (wirid) harian mereka.
Tampilkan lebih sedikitTeks Arab, Transliterasi dan Terjemahan
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَيْنِ الرَّحْمَةِ الرَّبَّانِيَّةِ وَالْيَاقُوتَةِ الْمُتَحَقِّقَةِ الْحَائِطَةِ بِمَرْكَزِ الْفُهُومِ وَالْمَعَانِي ❁ وَنُورِ الْأَكْوَانِ الْمُتَكَوِّنَةِ الْآدَمِيِّ صَاحِبِ الْحَقِّ الرَّبَّانِيِّ ❁ الْبَرْقِ الْأَسْطَعِ بِمُزُونِ الْأَرْبَاحِ الْمَالِئَةِ لِكُلِّ مُتَعَرِّضٍ مِنَ الْبُحُورِ وَالْأَوَانِي ❁ وَنُورِكَ اللَّامِعِ الَّذِي مَلَأْتَ بِهِ كَوْنَكَ الْحَائِطَ بِأَمْكِنَةِ الْمَكَانِي ❁
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَيْنِ الْحَقِّ الَّتِي تَتَجَلَّى مِنْهَا عُرُوشُ الْحَقَائِقِ عَيْنِ الْمَعَارِفِ الْأَقْوَمِ صِرَاطِكَ التَّامِّ الْأَسْقَمِ ❁
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى طَلْعَةِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْكَنْزِ الْأَعْظَمِ إِفَاضَتِكَ مِنْكَ إِلَيْكَ إِحَاطَةِ النُّورِ الْمُطَلْسَمِ ❁ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ صَلَاةً تُعَرِّفُنَا بِهَا إِيَّاهُ ❁
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ ‘ainir-raḫmatir-rabbâniyyati wal-yâqûtatil-mutaḫaqqiqatil-ḫâ’ithati bimarkazil-fuhûmi wal-ma‘ânî, wa nûril-akwânil-mutakawwinatil-Âdamiyyi shâḫibil-ḫaqqir-rabbânî, al-barqil-astha‘i bimuzûnil-arbâḫil-mâli’ati likulli muta‘arridlin minal-buḫûri wal-awânî, wa nûrikal-lâmi‘illadzî mala’ta bihî kaunakal-ḫâ’ithi bi amkinatil-makâni.
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ ‘ainil-ḫaqqillatî tatajallâ minhâ ‘urûsyul-ḫaqâ’iqi, ‘ainil-ma‘ârifi al-aqwami, shirâthikat-tâmil-asqami.
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ thal‘atil-ḫaqqi bil-ḫaqqil-kanzil-a‘dlami, ifâdlatika minka ilaika, iḫâthatin-nûril-muthalsami, shallallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi shalâtan tu‘arrifunâ bihâ iyyâhu.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Mata Air Rahmat Ilahi, permata yaqut yang telah mencapai kesempurnaan dan meliputi pusat segala pemahaman dan makna, Cahaya Adam bagi seluruh alam yang diciptakan, pemilik Kebenaran Ilahi, kilat yang paling terang yang datang bersama awan-awan keberkahan yang memenuhi setiap lautan dan setiap bejana yang siap menerimanya, serta kepada Cahaya-Mu yang gemilang, yang dengannya Engkau memenuhi seluruh ciptaan-Mu hingga meliputi setiap tempat.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Mata Air Kebenaran, yang darinya tersingkap singgasana-singgasana hakikat, sumber pengetahuan yang paling lurus, serta jalan-Mu yang sempurna dan paling lurus.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Manifestasi Kebenaran melalui Kebenaran, Perbendaharaan Yang Maha Agung, curahan-Mu dari-Mu kepada-Mu, penghimpun Cahaya yang tersembunyi. Semoga Allah melimpahkan sholawat kepadanya dan kepada keluarganya, dengan suatu sholawat yang dengannya Engkau menganugerahkan kepada kami pengenalan yang sejati terhadap dirinya.
Video

Manfaat Jauharatul Kamal
Syekh Ahmad Sukayrij, penulis al-Kawkab al-Wahhaj, berkata mengenai Jauharat al-Kamal:
Ketahuilah bahwa sholawat yang mulia ini menghimpun seluruh lautan makrifat dan rahasia-rahasia Ilahi. Guru kami, Syekh Ahmad al-Tijani, menerimanya secara langsung dari Junjungan Seluruh Makhluk, Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ menjelaskan kepada Syekh al-Tijani beberapa keutamaannya yang agung, di antaranya bahwa siapa saja yang membaca Jauharat al-Kamal sebanyak dua belas kali dengan memenuhi syarat-syaratnya serta berniat menziarahi Rasulullah ﷺ, maka ia akan memperoleh kemuliaan berupa manfaat spiritual dari menziarahi seluruh wali Allah.
Kedudukannya yang agung juga dijelaskan melalui perkataan guru kami: “Rasulullah ﷺ memberiku sebuah sholawat yang dinamakan Jauharat al-Kamal (Permata Kesempurnaan). Barang siapa membacanya dua belas kali, kemudian berkata, ‘Ini adalah hadiah dariku untukmu, wahai Rasulullah,’ maka seolah-olah ia telah menziarahi beliau di Raudhah yang mulia, sekaligus menziarahi seluruh wali Allah dan orang-orang saleh sejak awal penciptaan hingga zamannya.” Dalam riwayat lain disebutkan: “hingga selama-lamanya.”
Di antara keistimewaannya ialah bahwa satu kali bacaannya sebanding dengan tasbih yang dibaca oleh seluruh alam semesta sebanyak tiga kali. Di antara keutamaannya pula, siapa yang membiasakan membaca sholawat ini lebih dari tujuh kali setiap hari akan memperoleh kecintaan khusus dari Rasulullah ﷺ dan, dengan izin Allah Ta’ala, tidak akan meninggal dunia sebelum mencapai derajat kewalian. Demikian pula, siapa yang membacanya tujuh kali atau lebih, Rasulullah ﷺ beserta Khulafa al-Rasyidin yang empat, semoga Allah meridhai mereka, akan hadir bersamanya selama ia terus mengingat dan membacanya.
Ketika salah seorang ulama yang merupakan sahabat Syekh Ahmad al-Tijani mendengar keutamaan-keutamaan tersebut, ia ingin memastikan kebenarannya. Lalu ia menemui Syekh al-Tijani dan menyampaikan apa yang telah didengarnya. Syekh al-Tijani menjawab, “Demi Allah, seandainya engkau terus-menerus membacanya sepanjang hidupmu tanpa terputus, niscaya Rasulullah ﷺ tidak akan pernah berpisah darimu sepanjang hidupmu.”
Kehadiran yang dimaksud di sini adalah kehadiran Rasulullah ﷺ dan Khulafa al-Rasyidin yang empat secara nyata dalam ruh. Apabila hijab disingkapkan bagi orang-orang yang senantiasa berzikir, atau sebagian dari mereka, niscaya mereka akan menyaksikan Rasulullah ﷺ dalam keadaan sebagaimana ketika Allah Ta’ala mewafatkan beliau. Demikian pula halnya dengan Khulafa al-Rasyidin yang empat, semoga Allah meridhai mereka. Penyaksian ini dapat terjadi berulang kali.
Di antara keistimewaannya yang lain ialah bahwa siapa yang membiasakan membaca sholawat ini sebanyak tujuh kali sebelum tidur, dalam keadaan suci sempurna dan di atas tempat tidur yang bersih, maka ia akan memperoleh karunia melihat Rasulullah ﷺ dalam mimpinya.
Keutamaan yang Diriwayatkan
Membaca Jawharat al-Kamal secara rutin dikaitkan dengan berbagai keutamaan dan manfaat berikut:
- Memperoleh pahala rohani dari mengunjungi Rasulullah ﷺ dan seluruh wali Allah apabila dibaca 12 kali dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
- Diriwayatkan bahwa satu kali membacanya setara dengan tasbih yang dibaca tiga kali oleh seluruh alam semesta.
- Memperoleh kecintaan khusus dari Nabi Muhammad ﷺ melalui pembacaan secara rutin.
- Mencapai derajat kewalian (wilayah), dengan izin Allah, melalui pembacaan secara istiqamah.
- Kehadiran rohani Nabi ﷺ dan Khulafaur Rasyidin yang empat selama pembacaannya.
- Menyaksikan Nabi ﷺ dan Khulafaur Rasyidin yang empat secara rohani berulang kali, dengan izin Allah.
- Melihat Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpi.
Bacaan yang Dianjurkan
Bacaan berikut dianjurkan untuk tujuan-tujuan tertentu:
- Untuk memperoleh pahala rohani dari mengunjungi Rasulullah ﷺ: Bacalah 12 kali dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan serta berniat mengunjungi Nabi ﷺ. Setelah itu, ucapkan: “Ini adalah hadiah dariku untukmu, wahai Rasulullah.”
- Untuk memperoleh kecintaan khusus dari Nabi Muhammad ﷺ dan mencapai derajat kewalian (wilayah), dengan izin Allah: Bacalah lebih dari 7 kali setiap hari.
- Untuk memperoleh kehadiran rohani Nabi ﷺ dan Khulafaur Rasyidin yang empat selama pembacaannya: Bacalah 7 kali atau lebih.
- Untuk melihat Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpi: Bacalah 7 kali sebelum tidur dalam keadaan suci secara sempurna dan berbaring di atas tempat tidur yang bersih.